Rabu, 08 Februari 2017

Berkembang

Hari 39/365

8 Februari 2017

Kadang kita butuh orang yang sering berdiri dan berda di sebrang kita. Bukan sebagai lawan, tapi sebagai sparing partner, sebagai watchdoc, atau mungkin sebagai antitesis. Yang akan memuji dan meyanjung dalam sunyi dan sepi dengan elegan tanpa melebih-lebihkan ketika kita benar, dan mengkritisi dengan tidak mencaci dan membabi buta ketika kita salah.

Kita butuh orang seperti ini agar akar kita tetap kuat membumi, sementara pohon kit terus tumbuh menjulang tinggi. Kita membutuhkan orang seperti ini agar kita tidak merasa paling benar sendiri, paling hebat sendiri, dan paling-paling lainnya. Orang seperti ini akan membuat kita tetap "down to earth", sadar bahwasanya diatas langit masih ada langit lagi.

Dan yang terpenting, orang seperti inilah yang akan membuat kita berkembang dan matang serta dewasa. Jadi, jangan takut ketik ada orang yang akan sering bersebrangan dengan kita, karena dia bisa jadi seorang yang akan mematangkan dan mendewasakan kita, begitupun kita baginya.

Selasa, 07 Februari 2017

Ujian

Hari 38/365

7 Februari 2017

Setelah lulus dari Madrasah, aku menemui beberapa hal yang mungkin berupa pertanyaan-pertanyaan yang menjadi pertanyaan ujian tulis ketika masih di Madrasah dulu. Jangan tanya seputar apa, banyak tentunya. Apalagi terkait agama. Bukan hanya itu, aku juga menemukan hal-hal yang dulu ketika di masih di Madrasah adalah hal yang sangat terlarang. Mulai dari hal yang sepele, sampai pada yang benar-benar tidak pantas untuk dilakukan.

Salah satu ustadku pernah mengatakan bahwa ujian yang sebenarnya bukan ujian akhir semester ini, tapi ketika kalian nanti telah lulus dari Madrasah ini dan berkiprah di masyarakat luas. Dan terkadang, karakter seorang manusia harus dipaksa untuk dibentuk dengan aturan-aturan yang terlihat mengekang demi bekal masa depan.

Maka, anggaplah setiap ujian apapun yang masih bersifat akademis dengan seorang penguji, sesungguhnya adalah simulasi untuk bekal berkiprah di masa depan, ujian apapun itu, termasuk ujian stase ini. Selesaikanlah setiap ujian yang masih ada pengujinya dengan sungguh-sungguh dan dengan berintegritas. Karena bisa saja suatu hari nanti ancaman kegagala ujian bukan sekedar tidak lulus, tapi juga mempertaruhkan reputasi dan pertanggung jawaban, baik dunia dan akhirat.

Senin, 06 Februari 2017

Istirahat

Hari 37/365

6 Februari 2017

Berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian, itulah yang kuharapkan. Dan ya, setelah kelelahan minggu kemarin sudah kulewati, aku mulai merasakan secercah kebahagiaan dan kenikmatan diminggu ini. Meskipun hanya sementara, karena minggu ini aku akan ujian, dan minggu depan akan masuk stase Interna.

Tapi kenikmatan sekecil apapun, tetap nikmat rasanya. Seperti orang yang sedang berpuasa seharian, maka kenikmatannya adalah ketika berbuka. Sama sepertiku kini. Kenikmatan tidak jaga itu akan sangat terasa nikmat ketika telah jaga berturut-turut.

Terima kasih badanku yang telah kuat untuk mengalah terhadap egoisme keinginan hati untuk pulang minggu depan. Dan semoga kelelahan-kelelahan dan kesibukan akhir-akhir ini, tidak akan mengganggu produktifitas menulis serta mengupload jurnal harian ini. Saatnya istirahat sejenak.

Minggu, 05 Februari 2017

Jaga Gila

Hari 36/365

5 Februari 2017

Kadang ada hal-hal yang harus dikorbankan untuk meraih sesuatu. Macam peribahasa jaman dulu, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Dan itulah yang sedamg kulakukan. Sedari hari rabu, aku menghabiskan jatah jaga malamku sampai hari minggu agar minggu depan aku bisa pulang ke Surabaya.

Artinya hari sabtu dan minggu aku harus jaga masing masing 24 jam yang artinya aku akan jaga total 48 jam di weekend. Dan dihari minggu ini, disinilah aku sekarang, menjaga ruang PICU/NICU yang bisa menjadi amat sangat melelahkan. Meskipun malam minggu tadi aku hanya jaga 12 jam, karena sebuah kesepakatan yang memerlukan pengorbanan juga sebelumnya.

Semoga saja lelah dan pengorbanan ini akan terbayarkan dengan kesenangan dan kebahagian seperti peribahasa tersebut. Jangan malah jadi kayak lagunya Jamrud, berakit-rakit kita ke hulu, berenang kita ke tepian, bersakit dahulu, senang pun tak datang, malah mati kemudian.

Sabtu, 04 Februari 2017

Malam Minggu

Hari 35/365

4 Februari 2017

Jadi, bagaimana kamu menghabiskan malam minggumu kali ini? Kalo aku sudah jelas, malam minggu kali ini bakal kumanfaatkan untuk istirahat haqiqi. Sampai hpku bunyi dan yang menelpon adalah salah satu konsulenku. Aku diajak beliau menghadiri acara yang beliau adakan di sebuah hotel bergengsi di Jember. Sebenarnya lelah, tapi diajak konsulen menghadiri acaranya, meskipun ya aku tau hanya akan menjad pelengkap, merupakan sebuah kehormatan bagiku. Lagipula aku bisa makan enak, gratis, dan bisa dapat ilmu.

Sepulang dari acara itu kurencanakan aku harus istirahat, tidur. Harus. Sampai tiba-tiba hpku kembali berbunyi, namun kali ini yang membuatnya bunyi adalah seniorku yang juga mantan ketua EMR SPINE. Dia  menghubungiku bahwa dia sedang berda di Jember sekarang. Sekali lagi, rencana istirahat kembali tinggal wacana. Lagipula, mana mungkin aku membiarkan seniorku di Jember tanpa silaturahim barang sebentar.

Sepulang dari hotel, aku langsung meluncur ke sebuah cafe tempat kami janjian untuk bertemu. Lelah? Jelas. Tapi rasa lelahnya perlahan hilang seketika bersamaan dengan mengalirnya obrolan kami tentang EMR Spine sampai dengan wanita. Kadang memang cukup melelahkan secara fisik ketika diri ini dituntut untuk berkegiatan sana sini. Tapi ada kepuasan batin ketika satu-satu kegiatan ini akhirnya bisa dihadiri. Apalagi dapat bonus-bonus yang tak terduga. Jadi, bagaimana malam minggumu? Kalo aku sih, malam minggu kali ini menyenangkan!