Jumat, 19 Agustus 2016

Power Ranger dan Kejombloan

Mau kuberitahu suatu rahasia? Tentang mengapa aku jomblo? Tapi janji, jangan beritahu siapa-siapa ya! Jadi, sebenarnya kami ini adalah para Power Ranger! Dan aku adalah Alpha Ranger, alias pemimpin Ranger ini.

Dan untuk melindungi orang2 yg kami sayangi dari musuh2 kami, kami harus menjaga identitas kami. Meskipun begitu, selalu saja ada celah bagi para musuh kami untuk menyakiti orang2 yg kami sayangi.

Oleh karenanya, sebagai pemimpin para Ranger, aku memilih untuk jomblo, karena tidak ingin orang yg kusayangi nanti disakiti oleh musuhku. Atau juga, nanti aku malah tersandera kepentingan terhadap orang yg kusayangi.

Secara, aku kan Alpha Ranger, pemimpin para Ranger, pasukan penjaga planet bumi, dan Ranger paling keren pula. Ingat, ini rahasia kita aja ya! Jadi, kalo ada yg bilang aku atau anggota rangerku jomblo karena nasib, itu bener! Nasib kami jadi Power Ranger, dan aku jadi pemimpinnya pula!

Huft, jadi kangen sama para Ranger. Kuy lah, 2 tahun lagi kita laksanakan misi perjalan lagi ya Ranger! Untuk sementara, kita jaga perdamaian di sektor masing2 saja.

Kiri ke Kanan:
Ranger Driver - Sidoarjo
Ranger Bungul - Probolinggo
Ranger Banker - Bangil
Ranger Pinter - Jember
Ranger Nebenger - Probolinggo

Kamis, 18 Agustus 2016

Sering


Pergi (sering) sendirian, pulang (selalu) bawa kenangan.

Karena bonus perjalanan bukan cuma pemandangan dan pengalaman, tapi juga orang2 baru yg menjadi kawan dan kenangan.

Jangan takut jalan meskipun hanya sendirian.

Karena dengan kesendirian, kadang kamu bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan dirimu sendiri dan diri-Nya.

Ini di Gunung Lawu, Desember tahun lalu.

Selasa, 09 Agustus 2016

Utang Rindu


Kau pikir tidak lelah rindu melulu tapi tidak pernah bertemu? Tentu melelahkan.

Karena rindu hanya bisa dibayar lunas dan tuntas dengan cara bertemu.

Dan jauh, kadang menjadi musuh untuk kita bertemu.

Hanya saja, jauh terkadang tidak selalu terdefinisikan sebagai sebuah jarak.

Karena jarak terjauh bukan ketika kita terpisah oleh bentangan ratusan, ribuan, bahkan jutaan kilometer, tapi ketika kita sedang berhadapan namun saling mendiamkan, atau ketika kita saling bertatap muka dan mata, namun tak saling sapa.

Jadi, kapan bisa kubayar lunas lagi rindunya?

Rabu, 03 Agustus 2016

Selamat Ulang Tahun Bro Andi!


Selamat ulang tahun yg ke 22 bro @andifakhrullah barakallahu fi umrik.

Andi ini kawan saya yg saya kenal ketika berada di Palu. Dia salah satu anak muda yg seakan menampar saya dengan usahanya untuk meraih impiannya berkeliling Indonesia. Bagaimana tidak, dengan modal keyakinan, kesabaran, serta doa restu orang tua dan uang seadanya, dia telah melakukan perjalanan ala backpacker dari rumahnya di Pulau Sumatera, menuju Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan sekarang di Ternate dengan cara hitchiking sejak 27 September 2015. Tujuan dia selanjutnya adalah pulau Papua. Setelah Papua, mungkin saja Asia, Eropa, Amerika, bahkan dunia.

Well Andi, semoga impianmu berkeliling Indonesia atau bahkan berkeliling dunia segera terwujud ya! Jangan lupa jaga kesehatan selama perjalanan, dan semoga disetiap perjalananmu senantiasa dalam lindungan Allah. Kalo nanti main ke Jawa Timur lagi, kamu wajib hubungi saya ya! Satu lagi, kalo sudah keliling Indonesia nanti, jangan lupa jalan pulang ke rumah ndi! 

Bagi yg pengen kepo tentang perjalanannya atau tips2 tentang backpacker dan hitchiking, silakan follow akunnya di @inbackpacker

Ps: foto ini diambil ketika gerhana matahari total di titik pengamatan Pantai Talise Palu.

Sabtu, 16 Juli 2016

Perempuan Pilihan

16 Juli 2016

Perempuan Pilihan

Hari minggu kemarin, aku bersama beberapa saudara berkunjung ke rumah musyrif kami semasa kelas 6 di Muallimin dulu. Bila 3 tahun lalu kami berkunjung ke Jogja dalam rangka menghadiri wisudanya, maka kali ini kami berkunjung ke Tuban dalam rangka silaturahim. Bukan lagi sebagai murid dan musyrif, mungkin lebih tepat sebagai saudara lama. Beberapa hal masih tampak sama, semisal kesederhanaan dan ketaatan hidup beliau. Hal yang berbeda, kini beliau telah memiliki istri dan seorang putri.

Obrolan kami dibuka tentang kuliah, jurusan, serta masalah pekerjaan. Serasa seperti forum ba'da maghrib kelas 6 dulu. Bedanya, sekarang bukan lagi antara musyrif dan murid, mungkin lebih tepat dikatakan seorang adik dan kakak. Kemudian, aku memulai topik yang menarik tentang masalah masa depan, bukan tentang pekerjaan tapi tentang perempuan. Biar bagaimanapun, usia kami memang sudah sepantasnya membicarakan topik ini. Entah mengapa, aku lebih nyaman membicarakan masalah ini pada beberapa orang dibandingkan orang tuaku sendiri. Kami juga selalu tertarik dengan kisah-kisah kehidupannya, terutama percintaanya.

Kebetulan, seorang saudaraku juga sedang dirundung masalah perasaan, dan butuh nasihat seseorang. Dan kesimpulan dari nasihat yang mungkin bisa kuambil kemarin, seorang lelaki harus bisa bersikap dengan tegas dan jelas. Gengsi, apalagi keserakahan tidak akan pernah memenangkan cinta. Kita tidak akan bisa memenangkan dua perasaan dalam satu waktu sekaligus dalam hal percintaan, oleh karenanya ketegasan dalam bersikap dan memilih, dibutuhkan seorang lelaki. Dan yang penting, libatkan Allah, orang tua, dan saudara dalam memilih calon pasangan hidup, dan pilihlah wanita yang baik agama dan akhlaknya. Baru dilihat nasab, harta, dan cantiknya.

Urusan tentang perempuan memang tidak pernah tidak menarik untuk dibahas, apalagi terkait kehidupan masa depan. Pada akhirnya, kami harus pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan. Bukan saja menuju Surabaya, tapi juga menuju masa depan.

Terima kasih Ka Wisda untuk jamuan soto, obrolan, dan nasihat-nasihatnya. Semoga ketika nanti silaturahim kembali, sudah ada perempuan pilihan terbaik, yang akan mendampingi perjalanan kami.